Minggu, 29 Juni 2014
Kisah Umar Bin Khattab - Berbuat Baik Karena Allah
Kisah Umar Bin Khattab
Cerita Islami, yang mengulas mengenai Kisah Umar Bin Khattab sang amirul mukminin yang berbuat baik karena untuk mencari ridho dari allah yang maha kuasa. Silahkan simak kisah lengkapnya, dan semoga bisa mengambil hikmah dari sepenggal kisah kisah umar bin khattab di bawah ini ;
Kisah Umar Bin Khattab Berbuat Baik Karena Allah
Ketika sedang berkeliling Kota madinah pada malam hari, Umar bin Khattab ra. yang ketika itu menjabat sebagai amirul mukminin melihat seorang lelaki tamak gelisah duduk di teras depan rumah yang tidak terurus. Tiba-tiba ia mendengar suara perempuan merintih-rintih di dalam rumah itu. rasa penasaran memberanikan dirinya bertanya kepada laki-laki itu, "Saudarku, mengapa kau begitu murung? Siapa yang sedang merintih itu?"
mendengar pertanyaan Umar, laki-laki itu merasa tidak senang. "Hai laki-laki asing, apa pedulinya kau bertanya itu kepadaku. Enyahlah kau dan menjauh dari sisiku," hardik laki-laki itu. Mendengar jawaban yang kasar tentu saja Umar terkejut. Namun, ia berusaha lebih ramah lagi untuk menyapa laki-laki yang sedang bingung itu,"Saudaraku, siapa tau aku bisa membantu tentang kesusahanmu."
sahabat
Nabi Muhammad Saw ini tetap tidak menyerah, ia berbicara lagi pada lelaki itu, "Saudaraku, maafkan amirul mukminin karena ia tidak mengetahui keadaanmu."
lelaki itu menjawab, :Kalau ia tidak mengetahui umatnya, lalu apa yang dikerjakannya sehari-hari?"
Kisah Umar Bin Khattab - Mendengar perkataan lelaki tersebut, tentu saja Umar sangat sedih. Ia Segera membalikkan tubuhnya dan bergegas membuka isi bekalnya yang berisi tiga potong roti bakar ini," pinta Umar.
Laki-laki itu pun mengangguk.
Umar dan lelaki itu mulai memakan roti itu sambil berbincang-bincang. lelaki itu terlihat memakan lahap roti yang diberikan Umar. Saat tengah menyantap roti dari tangannya, Umar bertanya kembali pada laki-laki itu,"Siapakah perempuan yang merintih itu" Dengan acuh tak acuh ia menjawab, "Istriku yang akan melahirkan. Aku bingung karena aku tidak memiliki biaya persalinannya."
Jawaban yang keluar dari mulut lelaki tersebut menggetarkan hati Umar. ia bergegas meninggalkannya. "Tentu saja kau cepat pergi setelah tau kesusahan orang lain," gerutu lelaki itu pada Umar.
Tidak berapa lama, Umar datang kembali bersama seorang perempuan cantik sambil memberi salam "Assalamu'alaikum, wahi saudaraku, istriku akam membantu persalinan istrimu. Izinkanlah ia masuk." Lelaki itu mengangguk tanda setuju.
Setelah istri Umar masuk, Umar dan laki-laki itu menghabiskan potongan roti bakar yang masih tersisa sambil bercengkeraman. Tiba-tiba dari dalam rumah terdengar suara istri Umar berteriak, "sumaiku amirul mukminin, alhamdulillah ibu dan anaknya dalam keadaan sehat karena Allah Maha Melindungi. Mudah-mudahan bayi ini kelak menjadi orang berbakti kepada kedua orang tuanya."
Mendengar istri Umar memanggil dengan sebutan amirul mukminin, laki-laki di samping Umar terkejut dan berbicara dengan suara terbata-bata, "Apakah Anda amirul mukminin?" Alangkah celakanya diriku karena telah meremehkan Anda." Sambil tersenyum Umar berkata, "manusia adalah tempat khilaf, tidak terkecuali diriku. Aku ingin membantu karena Allah."
semoga kita dapat meneladani sifat -sifat mulia dari salah satu sahabat Muhammad ini. Amiin.
#ceritaislami.net
Cerita Islami, yang mengulas mengenai Kisah Umar Bin Khattab sang amirul mukminin yang berbuat baik karena untuk mencari ridho dari allah yang maha kuasa. Silahkan simak kisah lengkapnya, dan semoga bisa mengambil hikmah dari sepenggal kisah kisah umar bin khattab di bawah ini ;
Kisah Umar Bin Khattab Berbuat Baik Karena Allah
Ketika sedang berkeliling Kota madinah pada malam hari, Umar bin Khattab ra. yang ketika itu menjabat sebagai amirul mukminin melihat seorang lelaki tamak gelisah duduk di teras depan rumah yang tidak terurus. Tiba-tiba ia mendengar suara perempuan merintih-rintih di dalam rumah itu. rasa penasaran memberanikan dirinya bertanya kepada laki-laki itu, "Saudarku, mengapa kau begitu murung? Siapa yang sedang merintih itu?"
mendengar pertanyaan Umar, laki-laki itu merasa tidak senang. "Hai laki-laki asing, apa pedulinya kau bertanya itu kepadaku. Enyahlah kau dan menjauh dari sisiku," hardik laki-laki itu. Mendengar jawaban yang kasar tentu saja Umar terkejut. Namun, ia berusaha lebih ramah lagi untuk menyapa laki-laki yang sedang bingung itu,"Saudaraku, siapa tau aku bisa membantu tentang kesusahanmu."
sahabat
Nabi Muhammad Saw ini tetap tidak menyerah, ia berbicara lagi pada lelaki itu, "Saudaraku, maafkan amirul mukminin karena ia tidak mengetahui keadaanmu."
lelaki itu menjawab, :Kalau ia tidak mengetahui umatnya, lalu apa yang dikerjakannya sehari-hari?"
Kisah Umar Bin Khattab - Mendengar perkataan lelaki tersebut, tentu saja Umar sangat sedih. Ia Segera membalikkan tubuhnya dan bergegas membuka isi bekalnya yang berisi tiga potong roti bakar ini," pinta Umar.
Laki-laki itu pun mengangguk.
Umar dan lelaki itu mulai memakan roti itu sambil berbincang-bincang. lelaki itu terlihat memakan lahap roti yang diberikan Umar. Saat tengah menyantap roti dari tangannya, Umar bertanya kembali pada laki-laki itu,"Siapakah perempuan yang merintih itu" Dengan acuh tak acuh ia menjawab, "Istriku yang akan melahirkan. Aku bingung karena aku tidak memiliki biaya persalinannya."
Jawaban yang keluar dari mulut lelaki tersebut menggetarkan hati Umar. ia bergegas meninggalkannya. "Tentu saja kau cepat pergi setelah tau kesusahan orang lain," gerutu lelaki itu pada Umar.
Tidak berapa lama, Umar datang kembali bersama seorang perempuan cantik sambil memberi salam "Assalamu'alaikum, wahi saudaraku, istriku akam membantu persalinan istrimu. Izinkanlah ia masuk." Lelaki itu mengangguk tanda setuju.
Setelah istri Umar masuk, Umar dan laki-laki itu menghabiskan potongan roti bakar yang masih tersisa sambil bercengkeraman. Tiba-tiba dari dalam rumah terdengar suara istri Umar berteriak, "sumaiku amirul mukminin, alhamdulillah ibu dan anaknya dalam keadaan sehat karena Allah Maha Melindungi. Mudah-mudahan bayi ini kelak menjadi orang berbakti kepada kedua orang tuanya."
Mendengar istri Umar memanggil dengan sebutan amirul mukminin, laki-laki di samping Umar terkejut dan berbicara dengan suara terbata-bata, "Apakah Anda amirul mukminin?" Alangkah celakanya diriku karena telah meremehkan Anda." Sambil tersenyum Umar berkata, "manusia adalah tempat khilaf, tidak terkecuali diriku. Aku ingin membantu karena Allah."
Hikmah Kisah Umar bin Khattab
Pada kisah Umar bin Khattab di atas kita bisa mengambil hikmah yaitu lakukan apa yang bisa kita lakukan. Seperti yang dilakukan Umar bin Khattab yang bergitu cekatan ketika melihat seorang butuh pertolongan. umar juga tidak pernah sakit hati, apalagi mengharapkan belasan atas apa yang diperbuatnya, karena Umar merupakan pemimpin yang berhati mulia, bertanggung jawab pada umatnya, dan bertaqwa kepada allah.semoga kita dapat meneladani sifat -sifat mulia dari salah satu sahabat Muhammad ini. Amiin.
#ceritaislami.net
Author: Lutfi
.
Related Posts:
Cerita
Langganan:
Posting Komentar (Atom)












0 komentar: