Minggu, 29 Juni 2014
Gambaran Logika Tentang Pahala Kalimat Tasbih
Assallamu'alikum warahmatullahi wabarokatuh,
Saudara kaum muslimin yang berbahagia, pernahkah anda beramal atau bersedekah sebesar 1 miliar rupiah atau lebih? Tentu saja jarang yang bisa melakukan hal tersebut. Berdzikir adalah sebuah ibadah yang amat ringan namun kita tidak akan menyangka jika kalimat-kalimat dzikir itu berpahala sangat besar sehingga melebihi pahala sedekah seorang kaya yang bermiliar-miliar rupiah atau bahkan bertriliun-triliun. Misalnya dalam sebuah hadist disebutkan bahwa jika berdzikir Subhanallah wa bihamdihi (Maha Suci Allah dengan puji-Nya), maka ditanamkan sebatang pohon kurma di surga. Berapakah harga pohon kurma surga? Tentu saja tak ada yang menjualnya kalaupun ada maka seluruh penduduk bumi akan berusaha memperebutkannya. Semua orang terkaya di dunia akan berlomba-lomba menawarnya dengan harga setinggi-tingginya, namun
tak ada yang bisa memperolehnya karena harganya tidak akan ada yang mampu membelinya karena barangkali hanya bisa ditukar emas sebesar bola bumi itupun barangkali belum cuku lagipula mustahil ada emas permata sebesar bola bumi. Jika diperhitungkan matematika kalau misalnya satu gram emas hargai 200.000 kemudian berat emas sebesar bumi itu sama dengan berat bumi atau sekitar 10 30 gram (sepuluh pangkat 30). Maka nilainya sekitar Rp. 2 x 10 35 (dua kali sepuluh pangkat tiga puluh lima atau dua ratus miliar triliun triliun rupiah). Kemudian pertanyaannya mana ada orang punya uang sebanyak itu. Kemudian siapa yang memiliki otomatis jadi manusia terkaya diseluruh alam semesta dong. Hebat yah, kalo seandainya kita punya pohon kurma di serga. Bagitulah jika kita kalkulasi pakai logika. Namun harga semustahil itupun barangkali memang belum cukup untuk memberli sebatang kurma surga. Kenapa?
tak ada yang bisa memperolehnya karena harganya tidak akan ada yang mampu membelinya karena barangkali hanya bisa ditukar emas sebesar bola bumi itupun barangkali belum cuku lagipula mustahil ada emas permata sebesar bola bumi. Jika diperhitungkan matematika kalau misalnya satu gram emas hargai 200.000 kemudian berat emas sebesar bumi itu sama dengan berat bumi atau sekitar 10 30 gram (sepuluh pangkat 30). Maka nilainya sekitar Rp. 2 x 10 35 (dua kali sepuluh pangkat tiga puluh lima atau dua ratus miliar triliun triliun rupiah). Kemudian pertanyaannya mana ada orang punya uang sebanyak itu. Kemudian siapa yang memiliki otomatis jadi manusia terkaya diseluruh alam semesta dong. Hebat yah, kalo seandainya kita punya pohon kurma di serga. Bagitulah jika kita kalkulasi pakai logika. Namun harga semustahil itupun barangkali memang belum cukup untuk memberli sebatang kurma surga. Kenapa?
Jika ada seorang memilikinya maka dia akan mempunyai kekuatan yang besar untuk menguasai seluruh dunia dan isinya. Dia akan menjadi raja diatas raja didunia karena sebab berkah yang didatangkan pohon surga itu. Karena kita tidak tahu wujudnya seperti apa sifat apa sifat pohon kurma surga. Satu pohon kurma surga saja hidup didunia maka seluruh dunia akan takjub kepadanya kepada wanita tercantik di dunia ini. Mungkin orang yang melihatnya akan jadi lupa diri, lupa anak istri lupa segalanya karena saking indahnya. Seandainya, satu pohon surga saja tertanam didunia maka wanginya akan memenuhi bumi sehingga penjual parfum tidak akan laku, kasihan dong. Seandainya, satu pohon kurma didunia ini tertanam didunia maka seluruh anak cucu adam tidak akan kelaparan karena setiap dipetik buahnya langsung tumbuh lagi. Jika dimakan buahnya menyenangkan dan menyehatkan sehingga tak ada orang yang penyakitan. Seandainya, satau orang makan satu buah surga akan kenyang seumur hidup dan akan berumur panjang. Seandaninya, satau orang memakan buah surga maka dia akan menjadi orang yang cerdar, tambah cakep, dan awet muda. Apalagi orang yang sakit parah akan langsung sembuh. Pohon surga adalah pohon abadi sehingga tidak akan hancur sampai hari kiamat. Dan sejuta manfaat lain yang tidak bisa kita jelaskan disini. Begitu kira-kira sifat makhluk surga, begitu sangat hebat keutamaannya sehingga tidak akan bisa ternilai harganya meskipun ditukar emas sebesar bumi tetap tidak akan cukup. Lagipula siapakah manusia yang punya emas sebesar bumi? Begitulah keutamaan pohon surga jika kita gambarkan logika kita yang amat terbatas ini. Wallahu'alam.
Namun apakah hikmah pohon surga tidak diciptakan didunis? Allah lebih Maha Tahu daripada kita. Jika kita banyakan, tentu saja akan banyak kejadian aneh dan huru-hara yang terjadi didunia ini.
Coba saja poho surga satu saja tertanam dibumi maka dia akan dijadikan tuhan/sesembahan orang-orang yang pendek akalnya. Karena kita lihat bahwa sudah dijadikan banyak manusia-manusia jaman dahulu maupun jaman sekarang memang terlalu cepat kagum terhadap sesuatu yang indah dan mempunyai kekuatan yang luar biasa sehingga sampai kebablasan mengagumi benda itu sampai-sampai kepada keyakinan bahwa benda hebat dan luar biasa itu tuhannya, seperti kaum bani israil misalnya yang menyembah patung sapi buatan samiti hanya karena patung itu bisa bicara. Apalagi jika ada pohon surga tertanam dibumi yang begitu hebat dan uar biasa manfaatnya maka banyak orang akan mengaguminya sehingga ramai-ramain orang berbondong-bondong menyembahnya untuk meminta berkah, memohon kekayaan dsb (seperti yang dilakukan orang-orang musyrik kita yang ngalap berkah dikuburan untuk memperoleh harta duniawi). Karena memang kenyataan makhluk surga satu saja mendiam dibumi akan mendatangkan berkah yang sangat banyak kepada semua penduduk bumi, misalnya saja hajar aswad (batu hitam di ka'bah) dengan ijin Allah sejak jaman Nabi Ibrahim sampai sekarang telah mendatangkan banyak kebaikan bagi kaum muslimin karena setiap hari batu tidak pernah mendo'akan kebaikan bagi kamum muslimin terlebih bagi yang sednag haji. Dan do'a batu itu pasti dikabulkan oleh Allah. Mereka yang berhaji diwajibkan mengucapkan salam dan mencium hajar aswad sebagai bentuk permohonan (bukan berarti menyembah). Begitulah meski cuman berbentuk batu akan tetapi memiliki kemuliaan yang sangat besar, karena hajar aswad adalah batu dari surga. Untuk lebih jelas lagi anda bisa membaca lagi kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail waktu membangun ka'bah kemudian datanglah seorang malaikat jibril yang memberikan batu itu untuk dijadikan salah satu bagian dari ka'bah.
Masihkah kita bisa membandingkan kekayaan dunia dengan balasan kekayaan akhirat? Tentu saja tidak bisa. Apalagi kekayaan dunia itu bersifat sementara sedangkan kekayaan akhirat itu kekal selama-lamanya. Hanya orang bodoh yang menjual akhirat untuk dunia. Karena satu kalimat dzikir lebih berharga daripada dunia dan isinya. Subahanllahu'Allahu Akbar.
Maukah anda dikasih Allah Pohon Kurma Surga? Caranya cukup mudah. Perbanyaklah dzikir dan tasbih. Begitulah keutamaan dzikir ia akan mendapatkan yang besar, ditanamkan pohon kurma disurga misalnya. Akan tetapi semua itu ada syaratnya. Yaitu kita harus berdzikir dengan khusuk dan hati yang ikhlas, kemudian merealisasikan kalimat dzikir itu dalam kehidupan sehari-hari, misalnya kita selalu merasa diawasi oleh Allah dalam segala gerak kita sehingga kita akan mengekang diri kita dari maksiat. Itulah salah satu contoh makna realisasi dzikir yang dimaksud. Misalnya jika kita telah mampu dan hafal serta istiqomah dalam mengucapkan kamilat Subhanallah (Maha Suci Allah) maka contoh realisasinya adalah kita wajib menyakini bahwa Allah itu Maha Suci dari segala salah dan dosa karena salah dan dosa adalah sifat makhlauk dan tuhan tidak mungkin melakukan kesalahan, Kemudian meyakini bahwa Dia Maha Suci dari penyerupaan terhadap makhluk-Nya, Dia Maha Suci dan perkataan-perkataan kafir semacam perkataan orang nasrani yang mengatakan Allah mengangkat anak atau orang-orang paganisme (penyembah berhala) yang mengatakan TUhan itu banyak dan memiliki tndingan semacam desa api, desa bulan, desa matahari, dsb. Kita harus meyakini bahwa Allah Maha Suci dari semua keyakinan-keyakinan kafir tersebut. Itulah yang dimaksud realisasi terhadap kalimat subhanallah, tetapi tidak pada ini saja. Mengingat kalimat ini sepele diucpakn namun memiliki makan tak terbatas. Itulah keutamaan kalimat dzikir.
Author: Lutfi
.
Related Posts:
Langganan:
Posting Komentar (Atom)













0 komentar: