Selasa, 01 Juli 2014

Widgets

Asal-Usul Kumandang Adzan

(Riwayat : Anas r.a; Abu Dawud; Al Bukhari)

Seiring dengan berlalunya waktu, para pemeluk agama Islam yang semula sedikit, bukanya semakin surut jumlahnya. Betapa hebatnya perjuangan yang harus dihadapi untuk mengegakkan syiar agama ini tidak membuatnya musnah. Kebenaran memang tidak dapat dimusnahkan.

Semakin hari semakin bertambah banyak saja orang-orang yang menjadi penganutnya.
Demikian pula dengan penduduk di kota Madina, yang merupakan salah satu pusat penyebaran agama islam  pada masa-masa awalnya. Sudah sebagian tersebar dari penduduk yang ada dikota itu sudah menerima Islam sebagai agamanya.

Ketika orang-orang Islam masih sedikit jumlahnya,tidaklah sulit bagi mereka untuk bisa berkumpul bersama untuk menunaikan sholat berjama'ah. Kini hal itu tidak mudah lagi mengingat setiap penduduk mempunyai ragam kesibukan yang tidak sama. Kesibukan yang tinggi pada setiap orang tentu mempunyai pada setiap orang tentu mempunyai potensi terhadap kealfaan ataupun kelalaian pada masing-masing orang untuk menunaikan sholat pada waktunya.

Dan tentunya, kalau hal ini dapat terjadi dan kemudian terus-menerus berulang, maka bisa dipikirkan bagaimana jadinya para  pemeluk Islam. Ini adalah satu persoalan yang cukup berat yang perlu segera dicarikan jalan keluarnya.

pada masa itu, memang belum ada cara tepat untuk memanggil orang sholat. Orang-orang biasanya berkumpul di masjid masing-masing menurut waktu dan kesempatan yang dimilikinya. Bila sudah terkumpul banyak orang. barulah sholat jama'ah dimulai.

Atas timbulnya dinamika pemikiran diatas, maka timbul kebutuhan untuk mencari suatu cara yang dapat dipergunakan sebagai sarana untuk mengingatkan dan memanggil orang-orang untuk sholat tepat pada waktunya tiba.

Ada banyak pemikiran yang diusulkan. Ada sahabat yang menyarankan  bahwa manakala waktu sholat tiba, maka segera dinyalakan api pada tempat yang tinggi dimana orang-orang bisa dengan mudah melihat ke tempat itu, atau setidak-tidaknya asapnya bisa dilihat orang walaupun ia berada ditempat yang jauh. Ada yang menyarankan untuk membunyikan lonceng. ada juga yang mengusulkan untuk menipu tanduk kambing. Pendeknya ada banyak sarang yang timbul.

Saran-saran diatas memang representatif. Tapi banyak sahabat juga yang kurang setuju bahkan ada yang terang-terangan menolaknya. Alasanya sederhana saja : itu adalah cara-cara lama yang biasanya telah dipraktekkan oleh kaum Yahudi. Rupanya banyak sahabat yang mengkhawatirkan image yang bisa timbul bila cara-cara dari kaum kafir digunakan. Maka disepakati untuk mencari cara-cara lain.

Lantas, ada usul dari Umar r.a jikalau ditunjuk seseorang yang  bertindak sebagai pemanggil kaum Muslimin untuk sholat pada setiap masuknya waktu sholat. Saran ini agaknya bisa diterima oleh semua orang. Rasulullah SAW juga menyetujuinya. Sekarang yang menjadi persoalan bagaimana itu bisa dilakukan? Abu Dawud mengisahkan bahwa Abdullah bin Zaid r.a meriwayatkan sbb :

"Ketika cara memanggil kaum muslimin untuk sholat dimusyawarahkan, suatu malam dalam tidurku aku bermimpi. Aku melihat ada seorang sedang menenteng sebuah lonceng. Aku dekati orang itudan bertanya kepadanya apakah ia ada maksud hendak menjual lonceng itu. Jika memang begitu aku memintanya untuk menjual kepadaku saja.

Orang tersebut malah bertanya, "Untuk apa? Aku menjawabnya, "Bahwa dengan membunyikan lonceng itu, kami dapat memanggil kaum muslimin menunaikan sholat."Orang itu berkata lagi, "Maukah kau kuajari cara yang lebih baik?" Dan aku menjawab "Ya!"

Lalu dia berkata lagi, dan kali ini dengan suara yang amat lantang, "Allahu Akbar Allahu Akbar."

ketiaka esoknya aku bangun, aku menemui Rasulullah SAW dan menceritakan perihal mimpi itu kepada beliau. Dan beliau berkata, "Itu mimpi yang sebetulnya nyata. Berdirilah disamping Bilal dan ajarilah dia bagaimana mengucapkan kalimat itu. Dia harus mengumandangkan hal itu bersama Bilal."

Rupanya ,mimpi serupa dialami oleh Umar r.a, ia juga menceritakannya kepada Rasulullah SAW. Nabi SAWbersyukur kepada Allah SWT atas semua ini.


SHARE THIS POST   

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati

Author: Lutfi

.

0 komentar: